menjaga kualitas udara ruangan

Menjaga Kualitas Udara Ruangan – Meskipun rumah telah dibersihkan, namun sadarkah Anda bahwa kualitas udara di dalam rumah tidak menjamin sudah bersih juga? Yap, masih banyak orang yang mengabaikan hal ini. Padahal polusi udara bukan hanya terjadi di luar rumah saja. Belum lagi bila rumah Anda berdekatan dengan jalan raya padat atau kawasan industri. Sebab, kualitas udara ini akan berpengaruh pada kondisi kesehatan penghuninya. Akan ada berbagai risiko buruk yang menghantui keluarga Anda seperti ancaman penyakit yang semakin besar. 

Efek Kualitas Udara Buruk

Meski tampak sepele nyatanya kualitas udara yang buruk bisa mengancam nyawa. Bahkan menurut data WHO (World Health Organization), angka kematian akibat polusi udara mencapai 7 juta orang. Sekitar 3,3 juta di antaranya meninggal karena pengaruh udara yang buruk di dalam ruangan. 

Lalu sebenarnya apa saja hal yang bisa menyebabkan kualitas udara di rumah menjadi buruk? Jawabannya, banyak! Misalnya asap rokok, debu, pestisida, gas, jamur, atau serbuk sari. Bila kondisi buruk tersebut bertahan lama, bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti infeksi saluran pernapasan, penyakit jantung koroner, kanker hingga stroke. 

Cara Menjaga Kualitas Udara di Dalam Ruangan 

  1. Atur jadwal untuk buka tutup pintu dan jendela 

Sirkulasi udara di dalam ruangan itu penting, namun kita perlu menentukan waktu yang tepat untuk membuka pintu atau jendela. Bagi yang tinggal di gedung bertingkat di kawasan sibuk, pastikan untuk tidak membuka jendela di jam-jam padat, agar sirkulasi udara tetap bersih dan sehat. 

  1. Mengganti penyaring udara pada AC

Bila Anda memiliki pendingin ruangan atau AC, pastikan untuk selalu membersihkannya secara rutin, khususnya di bagian filter atau penyaring udara. Hal ini bertujuan selain untuk menjaga kualitas udara ruangan, juga supaya debu dan polutan yang terperangkap di dalam filter, tidak bersirkulasi kembali ke dalam ruangan. 

Selain itu, AC yang jarang dibersihkan berisiko meningkatkan penggunaan energi, sehingga menimbulkan pembengkakan biaya operasional.

  1. Meletakkan tanaman 

Letakkan tanaman pembersih udara seperti tanaman lidah mertua yang rapat di sekitar rumah. Hal ini bisa membantu mengurangi jumlah polutan yang masuk ke area sekitar rumah. Jangan lupa perhatikan lokasi penanaman tanaman tersebut. Usahakan tanam di area seperti tepi jalan atau dekat dengan bukaan yang cukup besar. 

  1. Memasang exhaust 

Supaya udara tetap segar, maka Anda perlu rutin mengeluarkan udara pengap. Caranya dengan menggunakan bantuan exhaust yang bisa membawa udara lembab dan panas ke luar rumah. Exhaust bisa membantu sirkulasi udara tetap berjalan dan mengurangi akumulasi polutan dalam ruangan. 

  1. Rutin membersihkan rumah secara menyeluruh 

Cara menjaga kualitas udara ruangan berikutnya adalah rutin membersihkan rumah secara menyeluruh. Bersihkan karpet dengan vacuum cleaner atau alat penyedot debu dan rapikan barang-barang yang berantakan untuk mengurangi penumpukan debu serta jamur. Lakukanlah secara rutin, minimal seminggu sekali. 
Itulah tadi beberapa cara menjaga kualitas udara ruangan di rumah Anda. Mewujudkan rumah yang sehat dan nyaman tentunya perlu komitmen dan usaha untuk menjaga kebersihannya. Namun bila Anda tengah memimpikan hunian baru dengan konsep ramah lingkungan dan mendukung suasana yang sehat. Anda bisa konsultasikan kepada Relife Property. Kami menawarkan beberapa properti dengan keunggulan tak ada duanya seperti perumahan ramah lingkungan dan berkonsep urban living. Kini, menjadi keluarga sehat tak hanya jadi mimpi! Hubungi tim kami untuk lakukan konsultasi. Jangan biarkan udara kotor di rumah mengganggu kesehatan Anda dan keluarga. Semoga bermanfaat!

Verified by MonsterInsights